6 Kesalahan SEO dalam Situs E-Commerce

6 Kesalahan SEO pada Situs E-Commerce

Sangat umum bagi para penjual online untuk berpikiran bahwa dengan memasukkan ratusan atau ribuan produknya dalam website e-commerce mereka, maka trafik dari search engine akan mulai berdatangan. Pada kenyataannya tidak demikian.

Sayangnya, mengoptimasi website e-commerce untuk SEO (Search Engine Optimization) jauh lebih sulit dibandingkan sebuah blog atau situs yang hanya memiliki 5 halaman. Dengan memiliki banyak halaman produk yang naik dan turun setiap harinya, membuat banyak permasalahan muncul yang membuat SEO sangat sulit dilakukan pada sebuah situs e-commerce.

Berikut ini kita akan melihat kesalahan dalam SEO disitus toko online dan e-commerce.

1. Kurangnya Deskripsi Produk

Kurangnya teks deskripsi tentang produk tersebut hampir pasti mengakhiri kemungkinan halaman tersebut bisa berada di halaman pertama hasil pencarian oleh search engine, bahkan untuk kata kunci yang jarang digunakan. Jadi pastikan kamu memasukkan deskripsi dalam halaman tersebut, jangan sampai kamu yang menutup kesempatan yang dimiliki page kamu muncul di result search engine.

Cara yang bagus untuk mengukur seberapa banyak konten unik yang kamu perlukan adalah dengan mengukur jumlah kata default dalam halaman produkmu. Hitunglah jumlah kata yang digunakan dalam navigasi, sidebar, footer, dan semua teks yang ada dalam sebuah halaman produk yang kosong. Pastikan teks unik kamu (nama produk, deskripsi, dll) memiliki jumlah yang lebih banyak daripada kata-kata default, agar konten unik kamu mendapat nilai yang lebih besar.

Tentunya semakin banyak konten unik yang kamu tuliskan dalam deskripsi produk maka semakin bagus SEOnya. Tapi, ingatlah beberapa hal dibawah ini:

  1. Tuliskan hanya konten deskriptif yang berkualitas dan membantu pelanggan kamu untuk membuat keputusan bertransaksi.
  2. Jangan mengkopi konten dari situs lain. Search engine akan memberi kamu pinalti jika kamu melakukannya.
  3. Kamu mungkin juga ingin jumlah kata deskriptif yang meningkatkan jumlah transaksi. Terlalu banyak konten juga tidak terlalu baik.

2. Menggunakan Deskripsi Produk yang disediakan Pabrik

Jika kamu ingin ‘dibuang’ oleh search engine, kamu hanya perlu menggunakan deskripsi yang diberikan oleh pabrik. Hal ini akan membuat situs kamu di-banned oleh search engine.

Alasannya adalah karena konten deskripsi ini didistribusikan ke banyak toko online. Dan kebanyakan dari mereka menggunakan teks aslinya secara langsung. Hal ini akan berakhir dengan banyaknya halaman yang tidak memiliki konten unik dan difilter oleh Google. Bahkan, untuk memperburuk keadaan, deskripsi dari pabrikan biasanya tidak ditulis dalam bahasa yang ‘menjual’.

Peraturannya adalah: selalu membuat konten yang unik. Google semakin baik dalam hal membuang situs yang memiliki konten duplikat dan mengkopi konten dari situs lain.

Tapi, membuat konten unik untuk ribuan halaman produk tentunya merupakan tugas yang menakutkan. kamu bisa mempertimbangkan No Index Meta Tag dalam halaman produk yang tidak bisa kamu isi dengan konten unik, tujuannya supaya tidak dibanned Google.

Jika kamu memiliki ribuan halaman produk yang tidak bisa kamu atur, atau akan keluar dari inventori dalam beberapa hari, maka sangat disarankan untuk menghilangkannya dari mata search engine.

Jauh lebih baik menjaga kualitas SEO kamu dalam keadaan yang cukup baik, dari pada membiarkannya menderita karena halaman-halaman produk yang tidak dioptimasi atau strategi konten yang terlihat seperti spam.

3. Kurangnya Jumlah Review Produk

70% dari pembeli mencari review produk pada toko-toko online atau forum sebelum membeli. Artinya jika situs kamu tidak memiliki review semacam itu, maka kamu sudah kehilangan sebagian besar audiens. Ditambah lagi, lebih mudah menaikkan rangking halaman review dibandingkan halaman produk.

Selain untuk membeli produk, Amazon.com juga memperbolehkan user membuat review buku, gadget, dan produk lainnya. Karenanya, mereka sudah menciptakan komunitas pencinta buku yang membagikan pengalaman mereka.

Hal terbaik dari review produk yang dilakukan pelanggan adalah:

  1. Mereka menciptakan konten unik untuk toko online kamu secara gratis! Kita sudah membicarakan tentang seberapa sulitnya menciptakan konten unik, dan review produk menyelesaikan masalah ini!
  2. Hal ini menjaga halaman produk tetap ‘hidup’, sehingga membantu untuk mengundang search engine untuk berkunjung. Kapanpun kamu bisa memperbaharui situs kamu, semakin baik usaha SEOmu.

4. Tidak Mengoptimasi Halaman Produk berdasarkan Search Demand

Pastikan kamu mempertimbangkan kata kunci yang digunakan orang-orang untuk pencarian saat kamu menulis judul, headline, dan deskripsi produk. Jika tidak, maka kamu sedang menciptakan situasi dimana kamu mempromosikan sesuatu yang tidak dicari siapapun. Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh toko online dengan jumlah produk yang banyak.

Contohnya, kamu bisa tanpa sengaja membuat sebuah halaman yang memiliki tag title, H1, dan tag image alt dengan informasi yang digunakan untuk mengoptimasi kata kunci “Floral Pattern Scarf”, dan ternyata akan lebih bijaksana jika kamu mengoptimasinya untuk kata kunci yang lebih spesifik, seperti “Chanel Floral Pattern Scarf.”

Berdasarkan penjelasan diatas, berikut adalah beberapa tips untuk membantu kamu mengoptimasi halaman produk tersebut:

  1. Menggunakan nomor model dalam tag title dan H1
  2. Menggunakan nama brand dalam tag title dan H1
  3. Jangan lupa mengisi informasi ke dalam tag img alt.
  4. Jangan memenuhi halaman tersebut menggunakan kata kunci dengan mengulangnya terus menerus.
  5. Jangan pernah menggunakan iframes untuk menampilkan konten. Pastikan konten kamu memang berada dalam halaman produk yang seharusnya.

5. Judul (Title) yang Tidak Unik

Masalah lain dalam toko online besar adalah tag title yang terduplikasi. Pastikan keunikannya dan cobalah menghindari isi yang identik. Ini adalah dasar dalam SEO, tapi jika kita membicarakan tentang toko online, untuk alasan tertentu, banyak orang yang melanggar peraturan sederhana ini.

Merupakan hal yang sulit untuk menciptakan tag title yang unik jika kamu menjual beberapa barang dari brand yang sama, atau barang yang mirip-mirip dari banyak brand. Kamu pastinya mau tidak mau akan mengulangi kata kunci yang sama terus menerus. Search engine sadar akan keadaan ini, dan karenanya kamu harus berfokus untuk menciptakan frase kata kunci yang unik.

Banyak pembeli online yang mencari menggunakan sebuah frasa dan bukannya satu kata kunci saja. Sebuah formula yang cenderung berhasil adalah menggunakan ‘resep’ title tag ‘brand-model’:

Sebagai contoh, tag title kamu harus disusun seperti ini: Brand-Model-Tipe Barang

Contoh nyatanya adalah: “Honda Accord Sports Coupe” atau “Burton Aftermath Snowboard 2013”

Tips penting: Untuk menentukan kata kunci yang tepat, akamu perlu mensurvey susunan bahasa yang digunakan pelanggan kamu saat membicarakan produk yang kamu jual. Struktur frase yang mereka gunakan untuk menyebutkan produk bisa menjadi petunjuk untuk menentukan cara mereka mencari produk itu.

6. Kurangnya “Speaking” URL

Apa itu “speaking” url? Berikut adalah contohnya: http://www.readanybook.com/ebook/harry-potter-and-the-prisoner-of-azkaban-65. Speaking url juga sering disebut sebagai “keyword friendly url”.

Kita bisa melihat nama buku di bagian kanan alamat situs. Menciptakan url seperti itu untuk semua produk kamu sangat penting untuk SEO. Tidak ada lagi penggunaan angka atau id yang tidak jelas! Buatlah situs kamu unik dimata search engine dengan menggunakan url yang unik!

Ada tiga alasan kenapa kamu harus menggunakan speaking url:

  1. Semantik: Pelanggan atau pencari lebih mudah untuk mengetahui apa yang akan mereka dapat saat mengklik sebuah url. Jika kamu memiliki url yang penuh dengan angka dan kacau, akan terlihat seperti spam dan mengurangi minat.
  2. Keuntungan dalam Keyword dan Link Anchor: Ada kemungkinan URL itu akan dimasukkan dalam situs lain. Keyword penting akan muncul dalam tag anchor jika mereka menggunakan url sebagai teksnya. Memiliki keyword dalam teks anchor yang mengarah ke situs kamu adalah pendorong utama untuk masuk ke dalam halaman pertama hasil pencarian.
  3. Relevansi: Memiliki kata kunci yang relevan dalam url dulunya merupakan hal penting dalam nama domain. Tapi Google makin mengecilkan prioritas untuk hal itu. Walaupun begitu, pastinya tidak akan merugikan jika kamu memiliki kata kunci yang relevan untuk url halaman produkmu.

Golden Rule di SEO – Prioritaskan Kegunaan Situs Kamu

Seperti yang kamu tahu, Google adalah search engine yang sangat mengkhawatirkan pengguna dan experience yang mereka dapatkan. Pertama-tama, kamu harus membuat toko online yang nyaman dan berguna untuk pelanggan agar bisa mendapat rasa hormatnya. Apapun yang bagus dan unik untuk klien kamu, juga baik di mata Google.

Semakin lama orang menghabiskan waktu di situs kamu, dan semakin jarang mereka mengklik back untuk kembali ke halaman hasil pencarian, merupakan indikasi yang bagus bahwa Google sudah mengirimkan mereka ke tempat yang tepat.

Akhirnya, orang-orang yang menyukai situs kamu dan isi yang ditawarkannya, memilki kemungkinan lebih besar untuk membuat link menuju situs kamu. Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, link adalah sesuatu yang mendorong kamu menuju puncak hasil pencarian.

Baca juga: Kenapa Website Saya Tidak Ada Pengunjungnya?

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Copyright © 2021

Abbox.ID